Showing posts with label KELUARGA. Show all posts
Showing posts with label KELUARGA. Show all posts

Tuesday, March 7, 2017

Riba Dana Haji Bisa Sampai Rp 30 Juta

SALAM KELUARGA

SEBENTAR lagi masuk musim haji. Setiap umat Islam pasti bercita-cita untuk bisa datang ke Masjidilharam. Bahkan rela antri belasan bahkan 20 tahun lebih untuk berhaji. Caranya adalah dengan membayar dahulu uang setoran awal sebesar Rp 25 juta per jamaah.

Sumber: http://www.aktualita.co/wp-content/uploads/2015/05/peraturan-tentang-haji.jpg
Setelah menjalani antrian sekian tahu, tiba saatnya kita berhaji. Nah dana setoran awal yang disimpan bertahun-tahun itu, ternyata menghasilkan BUNGA SIMPANAN. Pemerintah menyebutnya dengan istilah optimalisasi dana haji. Pemerintah sengaja tidak menggunakan istilah BUNGA SIMPANAN, untuk menghindari polemik. Padahal sejatinya sama saja. Sama-sama BUNGA SIMPANAN.

Dengan adanya BUNGA SIMPANAN itu, maka sesungguhnya ada RIBA dana keuangan haji. Memang jamaah tidak menerima bunga hasil simpanan itu dalam bentuk uang tunai. Tetapi dirupakan dalam beberapa fasilitas. Berikut ini diantara fasilitas haji yang menggunakan dana optimalisasi atau bunga simpanan.

1. Biaya pengurusan paspor
2. Akomodasi di asrama haji
3. Pemondokan di Madinah
4. Konsumsi di Makkah
5. Living cost
6. Subsidi pemondokan di Madinah

Jumlah bunga simpanan atau riba atau optimalisasi dana haji itu jika ditotal jumlahnya signifikan. Contohnya untuk Living Cost atau uang saku senilai Rp 5 jutaan rupian. Kemudian untuk sewa pemondokan di Madinah juga cukup mahal. Sebab jamaah menginap di Madinah selama sembilan hari. Misalnya dibuat rata-rata semalam Rp 350 ribu, maka total Rp 3,1 jutaan.

Selayaknya menyimpan uang dalam bentuk deposito, setoran awal biaya haji juga berbunga. Misalnya deposito untuk Rp 10 juta bisa menghasilkan Rp 50 ribu per bulan. Maka dana haji Rp 25 juta minimal bisa menghasilkan Rp 125 ribu. Itu satu bulan. Jika antrian hajinya 20 tahun, maka bunga dana haji yang terkumpul Rp 125 ribu x 12 bulan x 20 tahun jadinya Rp 30 juta.

Jadi bagi kelompok yang menolak keras soal bunga simpanan, silahkan kritisi juga pengelolaan dana haji. Bagaimana itu statusnya dana optimalisasi dana haji.. Apakah status hukumnya sama dengan bunga simpanan di bank...

Salam Hormat

Sunday, March 5, 2017

4 Pelajaran Hidup Dari Serial Dragon Ball Super



SALAM KELUARGA

SEMOGA di hari Ahad ini semuanya sehat dan ceria. Amin.

Kali ini ingin menulis postingan yang segar, supaya tidak mengganggu libur para pembaca setia. Meskipun begitu, tetap berupaya menyisipkan konten yang bermakna. Sehingga kita bisa berbagi ilmu dan pengalaman untuk keluarga masing-masing.

Sumber : https://res.cloudinary.com/sfp/image/upload/c_fill,q_60,h_482,w_1290/oth/FunimationStoreFront/1562711/Latvian/1562711_Latvian_ShowDetailHeaderDesktop_9522df84-deff-e611-8175-020165574d09.jpg

Kali ini penulis ingin membuat tulisan tentang pelajaran hidup yang bisa dipetik dari serial Dragon Ball Super. Siapa sih yang tidak kenal dengan serial ''Son Goku'' ini.... Waktu saya kecil dulu, setiap Ahad selalu anteng di rumah. Baru keluar rumah setelah nonton serial Son Goku. Waktu itu karakter Son Goku-nya masih anak-anak dan imut. Pipinya tembem. Hehehe...

Nah saat ini serial Goku yang masih tayang di TV berjudul Dragon Ball Super. Kali ini Goku sudah kakek-kakek. Wajahnya sih tetap muda. Tetapi dia sudah punya cucuk, namanya PAN. Bocah ini adalah anak dari Gohan, putra pertama Goku.

Saat ini serial Dragon Balla Super sudah berjalan sekitar 80 episode. Tetapi saya baru berjalan sekitar 60 episode. Sampai episode terakhir yang saya tonton, ada beberapa pesan atau pelajaran hidup yang sangat berharga buat penonton. Pesan-pesan moral ini menjadi kekuatan tersendiri dari film Dragon Ball yang selama ini saya tonton.

Berikut ini adalah beberapa pesan moral atau pelajaran hidup yang bisa dipetik dari serial Dragon Ball Super.


1. Berupaya Sekuat Tenaga Hadapi Tantangan Sendiri

PERTARUNGAN antara Goku-Vegeta melawan Guku Black cukup sengit. Black begitu kuat. Bahkan dua kali Goku dan Vegeta dikalahkan oleh Black. Si Black ini menggunakan anting-anting hijau. Jika sudah berubah jadi Super Saiya, rambutnya jadi PINK. Namanya Super Saiya Rose.

Goku dan Vegeta menunjukkan semangat yang tinggi saat melawan Black. Bahkan bertempur dua kali pun mereka berdua lakoni. Meskipun akhirnya selalu kalah.

Sumber: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhVvSujECLYumPNuGScUaTTHjPjWfxTN_3f9hLJnEQyvkUhinQ6q9UncWDf4EdE7pZqRD64QHSg931TafQje7Qy-CmG-KmYxOVmalRtBm9q7b7Q8DAUHGjzodRJL6AISU1IkZJqVle_hIc/s1600/Beberapa+Kejadian+Mengejutkan+dalam+Dragon+Ball+Super+Episode+55+-+sotazone+11.png


Beberapa episode sebelum pertempuran melawan Black, Goku ternyata sudah berteman akrab dengan Dewa Segalanya. Jika dipikir-pikir, Goku bisa saja meminta bantuan Dewa Segalanya untuk menghancurkan Black. Apalagi Black adalah ancaman masa depan bumi. Bahkan Black membunuh Chichi (Istri Goku) dan Goten (Anak Kedua Goku).

Seandainya Goku mau minta bantuan Dewa Segalanya, pasti sekali tiup si Goku Black bisa langsung binasa. Namun lagi-lagi cara pintas itu tidak diambil Goku. Dia lebih memilih menghabisi Black dengan tangannya sendiri.

2. Belajar Adalah Yang Utama

PELAJARAN berikutnya yang bisa dipetik adalah dalam situasi apapun, belajar atau menuntut ilmu harus diutamakan. Tidak terhitung berapa kali Chichi, istri Goku, memarahi Goten. Penyebabnya Goten ngeyel ingin bertarung. Sementara si Chichi ingin Goten rajin belajar. Supaya pandai seperti kakaknya, si Gohan.

Sumber: https://abload.de/img/chichij0ao9.png

Dimanapun ibu mungkin akan seperti itu. Ingin yang terbaik bagi anak-anaknya. Chichi lumayan sukses mendidik anaknya supaya menggembari belajar. Diantaranya yang ditunjukkan oleh Gohan. Sampai memiliki anak, Pan, Gohan tetap rajin belajar. Bahkan Gohan sebentar lagi menjadi dosen.

Dengan Kekuatan yang begitu besar, heboh juga mungkin perkuliahan yang dibimbing Gohan. Bisa dibayangkan ketika ada mahasiswa yang bandel dan bikin Gohan marah. Dia bisa jadi Super Gohan. Tentu meja dan kursi di kelas bisa berterbangan ke mana-mana.

Jadi supaya bisa pintar seperti Gohan, jangan lupa belajar ya.... Nonton anime, seperti Dragon Ball Super, boleh-boleh saja. Asalkan jangan lupa ketika waktunya belajar.

Sumber: http://img06.deviantart.net/1d3a/i/2006/243/0/5/gohan_loooves_to_study_by_lauraneato.jpg


3. Jangan Berbohong, Akibatnya Tanggung Sendiri

Sumber: http://vignette1.wikia.nocookie.net/dragonball/images/f/fc/Flipoutbeerus.PNG/revision/latest?cb=20160822021300


INGAT Ibu Guru bilang apa.. Jangan suka berbohong. Jika masih bandel dan suka berbohong, akibatnya tanggung sendiri. Di dalam serial Dragon Ball Super, tokoh dewa penghancung yakni Beerus Sama, ketahuan berbohong.

Dia berbohong ketika dilakukan pertempuran antara Universe 6 melawan Universe 7. Waktu itu Beerus Sama menyertakan Monaka. Tokoh aneh, berwarna pink. Dan, maaf, putingnya menonjol.

Beerus Sama berbohong seolah-olah Monaka adalah tokoh yang sangat kuat. Bahkan kekuatannya melebihi dari Sun Goku. Padahal Monaka sehari-hari bertugas sebagai kurir antar Universe.

Tujuan Beerus Sama menyebut Monaka sebagai petarung yang kuat sebenarnya positif. Yakni supaya Goku terus melatih kemampuan dirinya. Supaya Goku tidak jumawa. Sebab masih ada petarung yang kehebatannya melebihinya. Yakni si Monaka itu.

Sumber: http://www.movie-4k.us/wp-content/uploads/2016/11/42.png

Akibat dari kebohongannya itu, Beerus kena getahnya. Yakni saat Monaka mampir ke bumi, Goku menantangnya. Kebetulan saat itu Beerus Sama juga berada di Bumi untuk mencicipi makanan buatan Bulma.

Tak pelak Beerus Sama pusing minta ampung. Akhirnya dia nekat menggunakan busana mainan yang mirip seperti Monaka. Dengan tampilan itu, Goku mengira bahwa Monaka sudah berubah bentuk menjadi lebih kuat. Padahal di dalamnya adalah Beerus Sama. Jadi sekali lagi, jangan suka berbohong ya....

4. Menjungjung Tinggi Sportivitas

Sumber: http://img14.deviantart.net/045b/i/2016/060/6/8/dragon_ball_super_eyecatch__goku_vs_frost__effects_by_al3x796-d9tjm86.png

PARTARUNGAN antara Goku melawan Frost awalnya berjalan sengit. Goku sedikit lebih unggul dibandingkan dengan Frost. Namunn pada puncak pertarungan, mendadak Goku linglung. Bayangannya kabur. Ujungnya sekali tendang, Goku terlempar keluar arena.

Setelah dianalisis ternyata Frost berbuat curang. Dia mengeluarkan senjata dari tangannya. Yakni seperti duri kecil yang bisa mengeluarkan racun. Picolo juga merasakan sengatan racun milik Frost itu. Akhirnya wasit mengetahui kecurangan dan mendiskualiifkasi si Frost.

Sumber: https://i.ytimg.com/vi/qlbz6eNACOA/maxresdefault.jpg


Jadi dalam segala kompetisi, jangan sekali-kali berbuat curang. Bagi adik-adik yang sebentar lagi mengerjakan ujian nasional, jangan curang. Jangan mencontek. Kerjakan soal ujian dengan kemampuan sendiri. Yakin ke depan kita akan memetik hasil dari belajar selama ini.

Itu tadi empat poin pelajaran hidup yang bisa dipetik dari serial Dragon Ball Super. Jika ada tambahan pesan moral, bisa ditambahi di kolom komentar. Nanti penulis akan update kembali.
 
Terima kasih.

Tuesday, February 28, 2017

Cara Jitu Tembus Seleksi PTN

SALAM KELUARGA

BAGAIMANA kabar keluarga di rumah.... Semoga sehat dan selalu diberkahi Tuhan YME. Amin.
Sekarang sudah masuk masanya penerimaan mahasiswa baru. Penerimaan yang penulis bahas kali ini khusus untuk kampus negeri (PTN).

Seperti diketahui, seleksi masuk PTN di Indonesia ada tiga macam. Yakni Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPNT), Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN), dan seleksi mandiri. Khusus untuk seleksi mandiri, teknis dan jadwalnya dipasrahkan masing-masing perguruan tinggi.

Berikut jadwal untuk SNMPTN 2017


Pengisian PDSS14 Januari – 10 Februari 2017
Verifikasi PDSS15 Januari – 12 Februari 2017
Pendaftaran SNMPTN21 Februari – 6 Maret 2017
Pencetakan Kartu Tanda Peserta SNMPTN14 Maret – 14 April 2017
Proses Seleksi15 Maret - 15 April 2017
Pengumuman Hasil Seleksi26 April 2017

Berikut jadwal untuk SBMPTN 2017


Tata Cara Pendaftaran SBMPTN4 April 2017 
Pendaftaran SBMPTN11 April - 5 Mei 2017
Jadwal Ujian SBMPTN Kertas/CBTSelasa, 16 Mei 2017
Jadwal Ujian SBMPTN Praktik17 dan/atau 18 Mei 2017
Pengumuman Hasil Seleksi13 Juni 2017
DARI dua skema seleksi di atas (SNMPTN dan SBMPTN) masing-masing memiliki jurus jitu supaya lolos. Berikut ini sedikit ulasan jurus tersebut:

1. Cara Jitu Tembus SNMPTN

SNMPTN adalah seleksi masuk kampus negeri berbasis rekam jejak prestasi. Diantara porsi paling besar adalah prestasi yang terekam di rapor mulai semester I sampai V. Seleksi model ini, ternyata rentan dipermainkan di sekolahan. Modus paling jamak dilakukan adalah mengatrol nilai siswa.

Sebenarnya untuk bisa tembus SNMPTN tidak perlu mencurangi nilai rapor. Siswa cukup memilih program studi dan kampus yang sesuai kemampuan. Jadi pendaftar harus mengetahui kemampuan dirinya sendiri. Jangan sampai memaksakan masuk kampus dengan tingkat persaingan yang tinggi atau ketat.

Saat ini di masing-masing website kampus negeri, sudah ada yang memasang tingkat persaingan pelamar SNMPTN tahun sebelumnya. Dengan informasi ini, pelamar bisa menilai tingkat persaingan yang tidak terlalu ketat. Sehingga memperbesar potensi lolos SNMPTN.

Cara berikutnya adalah utamakan memilih PTN yang masih satu kota atau satu provinsi. Sehingga memperbesar potensi lulus seleksi. PTN juga membuat indeks berdasarkan rekam  jejak sekolah selama ikut SNMPTN selama ini. Dengan cara ini SMA/sederajat yang siswanya banyak lolos SNMPTN tahun sebelumnya, memiliki potensi besar dilirik oleh PTN.

2. Cara Jitu Tembus SBMPTN

SBMPTN merupakan seleksi masuk PTN menggunakan ujian atau tes tulis. Seleksi ini lebih objektif ketimbang SNMPTN. Sebab seluruh pelamar akan diseleksi berdasarkan nilai ujian yang didapat. Berikut ini yang harus dipersiapkan sebelum bertarung mengerjakan soal ujian SBMPTN.

- Belajar teori-teori dasar, khususnya matematika
- Menyiapkan stamina atau kesehatan. Jangan begadang menjelang ujian
- Menyiapkan perlengkapan tulis sebelum ujian
- Bagi pelamar yang seleksinya di luar kota, usahakan mengetahui lokasi beberapa hari sebelum ujian
- Mengerjakan soal ujian yang mudah dahulu. Karena soal benar nilainya 4 (empat)
- Sementara soal ujian yang jawabannya salah skornya (-) minus 1

INTINYA saat mengerjakan soal ujian SBMPTN jangan terlalu bersemangat untuk menjawab soal ujian yang susah. Lewati saja dulu untuk mencari soal ujian yang lebih gampang.

Sementara terkait pilihan program studi, sama seperti SNMPTN. Upayakan pilih prodi dan kampus yang sesuai dengan kamampuan kita. Anak dengan kemampuan rata-rata, sangat riskan jika memaksakan masuk di Fakultas Kedokteran UI, misalnya.

Terima kasih. Semoga yang membaca blog ini lulus SNMPTN maupun SBMPTN. Amin


Tuesday, February 21, 2017

Yang Kuliah Itu Anak atau Ortunya

SALAM KELUARGA

DALAM tiga posting sebelumnya, penulis cenderung mengulas tentang Pendidikan Anak Usia Dini(PAUD). Untuk kali ini, langsung lompat ke jenjang Pendidikan Tinggi (Dikti). Hehehehe....

Sebentar lagi anak-anak kelas XII menjalani Ujian Nasional (UN). Setelah itu lulus, kemudian menentukan pilihan masuk perguruan tinggi mana. Ternyata setelah diamat-amati, ketika menjelang pendaftaran mahasiswa baru, yang repot sekali itu orangtua. Bukan anak atau calon mahasiswanya.

Anak diikutkan bimbingan belajar intensif, dengan ambisi biar lolos ujian tulis masuk kampus negeri (PTN). Orangtua tanya sana-sini, kampus yang paling bagus dimana. Dan yang paling menjengkelkan, di mata anak-anak, orangtua yang menentukan jurusan apa yang akan diambil.

Ini sebenarnya yang akan kuliah si anak atau orangtuanya ya.....

Sumber: pribadi
ORANGTUA sebenarnya sah-sah saja ''mencampuri'' pilihan anak saat menentukan jurusan kuliah. Namun sifatnya sebatas mengarahkan. Jangan sampai ada unsur paksaan. Seperti orangtua yang memaksakan anaknya kuliah kedokteran. Lantara si ibu dan si bapak berprofesi sebagai dokter. Atau anak dipaksa masuk sekolah tinggi menjadi pilot, demi menjaga gengsi keluarga.

Wahai orangtua, paling utama yang perlu dicamkan adalah, yang menjalani tahun-tahun perkualiahan itu adalah anak mu. Bukan abi atau umi. Jangan semata karena memiliki uang, maka dianggap anak akan betah kuliah di jurusan apa saja.

Ingat setiap anak dilahirkan dengan bakat yang berbeda-beda. Orangtua yang ideal, sudah mengetahui kecenderungan bakat anaknya. Bahkan sebelum anak itu lulus dari SMA. Nah berbekal pengetahuan bakat si anak itu, orangtua bisa mengarahkan jurusan kuliah apa yang akan diambil.

Jika selama SMP sampai SMA anak hobi genjrang-genjreng main gitar, tidak suka belajar menghitung, ya jangan dipaksakan untuk masuk jurusan eksakta. Tawari saja kuliah seni. Jangan mengaggap kuliah seni kelak akan susah cari uang. Kuliah memanag mengantarkan orang untuk bisa sampai panggilan tes kerja. Tetapi yang terpenting adalah sesuai dengan ketertarikan, bakat, dan minat anak.

Kalaupun masih ada yang menganggap kuliah dokter itu bergensi, kelak akan mudah mendapatkan pekerjaan dan uang, mari kita berpikir ulang. Silahkan dicek dalam daftar 50 orang terkaya di Indonesia, berapa orang yang berprofesi sebagai dokter. Lebih ekstrim lagi, dari 10 orang terkaya di dunia, berapa orang yang berprofesi sebagai dokter.

Profesi dokter memang penting. Karena menyangkut pelayanan primer masyarakat. Tapi bukan berarti jadi alasan untuk memaksa anak kita kuliah kedokteran.

MUMPUNG masih ada beberapa bulan lagi menjelang pendaftaran mahasiswa baru, mari bersama ditata lagi cara mendampingi anak dalam menentukan jurusan kuliah.

1. Dalami bakat, minat, dan ketertarikan anak

ORANGTUA yang baik tentu dapat dengan mudah mengetahui bakat, minat, dan ketertarikan anak terhadap keahlian tertentu. Misalnya ada anak yang cenderung jago berhitung dan gampang menghafal rumus-rumus, ada anak yang jago berkreasi, atau anak yang mudah belajar bahasa asing.

Nah dengan pengetahuan itu, orangtua sudah memiliki semacam rambu-rambu. Jurusan apa yang cocok untuk anak. Orangtua bisa memberikan alternatif-alternatif. Misalnya kepada anak yang daya ingatnya tajam, bisa diarahkan ke jurusan eksak atau bahkan bahasa asing. Perkara kampusnya dimana, belakangan. Yang penting ketemu jurusan apa dulu yang pas.

Dalam setiap memberikan alternatif, orangtua sebaiknya juga memberikan alasan-alasan. Jangan sampai berdasarkan pokoknya atau kata tetangga. Pokoknya jadi guru, pokoknya jadi insinyur, pokoknya jadi seniman, dan lain sebagainya. Hehehe.....

2. Pahami anak saat di SMA itu jurusan apa

INI yang terpenting. Orangtua harus memahami anaknya saat di SMA mengambil jurusan apa. Apakah jurusan Bahasa, IPS, atau IPA. Jangan sampai anak yang di jurusan IPS, dipaksa masuk kuliah jurusan MIPA. Memang di IPS ada pejaran matematikanya, tetapi ya tidak mendalam seperti matematiknya anak IPA.

Bahkan ada kampus yang membuat regulasi tegas untuk jurusan tertentu. Misalnya untuk jurusan Pendidikan Kedokteran, hanya menerima anak lulusan IPA. Sebagus apapun nilai saat ujian tulis, jika berasal dari IPS, tidak akan diterima jadi mahasiswa calon dokter.

3. Cari informasi sebanyak-banyaknya kampus yang dituju

MENGGALI atau mencari informasi kampus yang akan dituju, ini sangat penting. Karena jika salah memilih kampus, bisa celaka. Diantara yang utama adalah status kelembagaan perguruan tinggi. Seperti perguruan tinggi itu akreditasinya apa, apakah ada izinnya, dan sejenisnya. Upaya ini bukan hanya untuk kampus swasta, tetapi di negeri juga.

Salah satu bahayanya jika memilih kampus, ternyata illegal, adalah legalitas ijazahnya. Memang ada yang bilang untuk sukses, tidak butuh ijazah. Tetapi orang yang sukses tanpa modal ijazah kuliah, persentasenya sangat kecil dibanding yang bermodal ijazah.

Biasanya menjelang penerimaan mahasiswa baru seperti ini, banyak kegiatan promosi kampus oleh perguruan tinggi negeri maupun swasta. Momen ini menjadi peluang penting untuk menggali informasi kampus-kampus yang akan dituju.

Demikian tadi ulasan tentang bagaimana orangtua mendampingi anaknya saat memilih jurusan kuliah. Terima kasih.

Salam Keluarga
(Depok, 21 Februari 2017)